Ada sebuah kutipan yang sudah sangat lama menemani perjalanan saya.
Saya bahkan sudah lupa pertama kali membacanya dari mana.
Namun kalimat itu terus melekat hingga hari ini.
"Lebih baik menyalakan lilin daripada memaki kegelapan."
Dulu, ketika baru mulai bekerja sebagai programmer, saya sering mengutip kalimat itu.
Bukan karena terdengar bijak.
Tetapi karena saya merasa kalimat sederhana itu mampu mengubah cara saya memandang sebuah masalah.
Dunia Selalu Punya Alasan untuk Mengeluh
Kalau kita mau, selalu ada alasan untuk mengeluh.
Teknologi berubah terlalu cepat.
Pekerjaan semakin banyak.
Sistem yang digunakan sudah usang.
Klien sulit dipahami.
Atasan memiliki banyak permintaan.
AI berkembang terlalu cepat.
Atau bahkan...
"Seandainya dulu saya belajar hal yang berbeda."
Semua itu mungkin benar.
Namun setelah mengeluh, sering kali keadaan tidak berubah sedikit pun.
Kegelapan tetap gelap.
Menyalakan Lilin
Yang menarik dari kutipan itu adalah, ia tidak mengatakan,
"Hilangkan semua kegelapan."
Ia hanya berkata,
"Nyalakan satu lilin."
Lilin memang kecil.
Tidak mampu menerangi seluruh ruangan.
Tetapi ia cukup untuk membuat kita melihat langkah berikutnya.
Mungkin itulah makna yang sebenarnya.
Kita tidak selalu harus menyelesaikan semua masalah sekaligus.
Kadang cukup memulai dari satu hal kecil yang bisa kita lakukan hari ini.
Saya Menemukannya Lagi
Beberapa tahun terakhir, saya merasa kembali menemukan makna kutipan itu.
Bukan saat membaca buku.
Bukan saat mengikuti seminar.
Tetapi saat membangun berbagai aplikasi.
Awalnya hanya ingin membantu satu masalah kecil.
Bagaimana agar pesanan WhatsApp lebih rapi.
Bagaimana agar data anggota komunitas lebih mudah dikelola.
Bagaimana agar pekerjaan yang berulang bisa sedikit dipermudah.
Tidak ada yang benar-benar mengubah dunia.
Tetapi mungkin bisa membuat hari seseorang menjadi sedikit lebih ringan.
Bukankah itu juga sebuah lilin?
AI Pun Mengajarkan Hal yang Sama
Hari ini kita hidup di era AI.
Semuanya terasa begitu cepat.
Kadang kita merasa tertinggal.
Kadang merasa belum cukup pintar.
Kadang bingung harus mulai dari mana.
Namun saya belajar satu hal.
Daripada menghabiskan waktu membandingkan diri dengan orang lain...
mengapa tidak mencoba membuat satu solusi kecil?
Tidak perlu sempurna.
Tidak perlu langsung besar.
Cukup satu ide yang bisa membantu seseorang.
Karena setiap solusi yang lahir dari kepedulian adalah sebuah lilin.
Lilin Itu Bisa Berupa Apa Saja
Tidak selalu harus aplikasi.
Bisa berupa tulisan yang memberi inspirasi.
Video yang mengajarkan keterampilan baru.
Ilmu yang dibagikan kepada teman.
Waktu yang diberikan untuk mendengarkan orang lain.
Atau bahkan...
senyum yang membuat seseorang merasa tidak sendirian.
Lilin memiliki banyak bentuk.
Yang penting adalah keberanian untuk menyalakannya.
Penutup
Hari ini dunia mungkin masih memiliki banyak kegelapan.
Masalah akan selalu ada.
Teknologi akan terus berubah.
Tantangan baru akan terus muncul.
Namun saya percaya, dunia tidak selalu membutuhkan lebih banyak orang yang pandai mengeluh.
Dunia membutuhkan lebih banyak orang yang bersedia menyalakan lilin.
Mungkin lilin itu kecil.
Mungkin cahayanya hanya mampu menerangi beberapa langkah.
Tetapi sering kali, justru dari cahaya kecil itulah seseorang menemukan jalan untuk melangkah lebih jauh.
Dan mungkin...
setiap karya yang kita bangun, setiap ilmu yang kita bagikan, dan setiap solusi yang kita ciptakan, adalah cara sederhana kita menyalakan lilin bagi orang lain.